Selasa, 11 Februari 2020

TEMAN

punya teman. Dari sejak lahir dia sudah kaya raya. Mengapa ? karena orang tuannya memang konglomerat. Sejak sekolah dasar sampai universitas , dia tidak pernah tahu artinya susah engga ada uang. Engga pernah perlu meminta. Karena uang selalu tersedia, dan orang tuanya menyediakan staff khusus untuk melayani semua kebutuhannya. Pernah dalam satu kesempatan saya bersama dia disalah satu tempat hiburan termahal di dunia. Dia didampingi oleh selusin wanita berkelas model. Bagaimanapun para wanita itu memanjakannya, tidak membuat dia nampak bahagia. Kesan saya, biasa saja. Hambar. 

Belakangan saya dapat kabar, dia masuk program rehabilitasi. Karena kecanduan Narkoba. Saya sempatkan bertemu dengan dia. Saya tanya mengapa dia sampai kecanduan narkoba. Inilah yang membuat saya kembali terkejut “ ketika saya fly, saya merasa berada diluar apa yang saya punya. Suatu kesepian yang menentramkan dan penuh euforia “. Demikian alasannya. Ternyata kesepian dari semua apa yang dia punya, itulah yang membuat dia kecanduan narkoba. Apa artinya? orang merindukan ketidak adaan di saat dia mempunyai segala galanya. Paradox kan. Ya tentu paradox. Karena orang sekitarnya mencintapkan paradox itu tanpa menegurnya kecuali selalu memujinya.
Pada satu kesempatan, saya pernah tanya “ Kamu tahu arti kebahagiaan". Dia tidak menjawab tapi hanya tersenyum. Ketika saya kejar jawabanhya, dia menjawab sederhana “ Bagaimana saya tahu bahagia itu apa, kalau saya sendiri tidak pernah susah” Saya terkejut dengan jawaban sederhana. Untuk saya, orang yang berasal dari keluarga sederhana , jawabannya itu sangat masuk akal. Dan saat itu saya merasa sangat kaya dibandingkan dia. Mengapa ? karena saya tahu arti bahagia. Saya pernah merasakan tidak punya uang dan direndahkan orang karena tidak punya uang. Saya pernah merasakan betapa kematian itu sangat dekat ketika jatuh bangkrut. Karenanya ketika ada harta, yang ada adalah rasa syukur tak terbilang. Malu untuk menyombongkan diri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar