Misalkan saja harga buku cetak 100.000. pengarang pesan 1000. Pengarang dapat disc 30%
100.000 x 1000 x 30% = 70.000.000
70.000.000 - 10% (royalty) = 63.000.000.. penulis harus menyediakan uang 63 juta rupiah untuk pembelian1000 buku.
Sedangkan pihak penerbit biasanya akan mencetak 2000 buku lalu
mendistribusikannya ke seluruh Indonesia. Bila cetakan pertama sudah
habis maka penulis baru mendapatkan royaltynya.
Untuk indie,
tentunya lebih murah. Karena minimum cetak hanya berkisar puluhan
hingga seratus. Ada harga paket juga. Tetap tergantung mau cetak berapa,
langsung diterbitkan atau editing dulu, dengan kualitas yang
bagaimana. "Ono rego ono rupo", begitu orang jawa bilang. Maka
kualitas hasil terbitan baik cetak, layout desain maupun konten
tergantung harga ini.
Menerbitkan buku dengan biaya mandiri
sudah beberapa kali saya lakukan. Dari yang biaya mahal sampai minimal.
Pengetahuan tentang harga yang dipatok masing-masing penerbit serta cara
menerbitkan dan berkenalan dengan pihak percetakan membuat resolusi referensi tentang hal itu.
Seperti buku pertama saya,
novel Asmara di Negeri Somplak. Tidak adanya pengetahuan tentang
bagaimana menerbitkan membuat saya manut saja dengan harga yang
ditawarkan. Sistem Royalty, jadi buku harus saya bayar sesuai paket
minimal yang mereka ajukan.
35 buku, harga per buku 68 ribu
dengan jumlah halaman 254, royalty 5000 per buku diberikan bila satu
paket cetakan sudah lunas. Harga jual kesepakatan 73 ribu melalui shopee
dan tergantung penulis untuk penjualan offline. Karena ongkos kirim
ditanggung penulis sendiri ketika akan menjualnya.
Pre Order
sebelum terbit, pemasaran baik iklan maupun distribusi mereka yang
handle. Harga potongan diberikan pada penulis bila ikut menjual. Per
buku rata-rata 5 ribu.
Untuk buku saya berikutnya Samuderaning
Asmoro lebih mahal lagi, ganti penerbit. Ditangani teman saya penulis
kawakan. Dia minta harga minimal cetak 50 buku. Saya minta beli putus,
jadi harga jual dan marketing tergantung penulis.
Terkini teman
saya itu mematok harga 2 juta rupiah untuk editing, layout, dan desain.
Mahal memang tapi terus terang saya suka dengan sentuhannya. Pernah saya
komplain sama dia. "Mahal amat ih, yang lain loh ada gak sampai 200
ribu."
Dia berkelit," Lihat kualitas dong, kalo sekelas
mujarobat lebih murah dari yang pernah mbak dapat yo banyak. Tapi saya
mengedepankan kualitas."
Nyerah deh saya, karya seni dan kreatif tidak ada patokan harganya memang. Tergantung tangan yang menangani.
Itu
menjadi referensi bagi saya untuk menerbitkan buku - buku saya
berikutnya. Mau gratis, dibayar ada, mau mahal atau murah juga bisa.
Untuk menerbitkan secara Indie ini, yang saya alami ada 2 model juga, yakni :
Pertama,
naskah dan cetak menjadi hak mereka. Penulis kalau mau cetak ulang
harus melewati mereka, tidak bisa seenaknya cetak sendiri.
Kedua,
file naskah PDF siap cetak dan pencetakan menjadi hak penulis. Jadi
kapanpun dan dimanapun penulis mau cetak lagi tergantung dia.
Untuk
harga, informasi terkini yang saya dapatkan dengan patokan 100
halaman dengan menggunakan penerbit adalah sebagai berikut,
1. Rp. 300.000, cetak 5 buku, ukuran buku A-5, penulis terima 2 buku, 3 buku untuk perpusnas, perpusda dan penerbit.
2.
Tp. 399.000. Naskah diketik ukuran A5. 6 buku untuk penulis. 2 buku
untuk perpusnas, 1 buku untuk perpusda,1 buku untuk penerbit
5. Rp.
599.000. Naskah diketik di kertas A4, 6 buku untuk penulis, 2 buku
untuk perpusnas,1 buku untuk perpusda, 1 buku untuk penerbit.
6. Rp. 600.000 untuk 30 buku. A-5. Penulis menerima 27 buku.
7. Rp. 763.500 untuk 30 buku, A-5. Penulis menerima 27 buku ( pengantar dan endorsement dari penerbit)
8.
Rp. 2.000.000 bahkan lebih untuk jumlah cetak 100 buku, penulis
mendapatkan 97 buku. Dengan berbagai fasilitas lain yang diberikan
penerbit.
Dan seterusnya, tergantung harga ketetapan penerbit
dan apa saja yang bisa diperoleh penulis. Penulis bisa memilih sesuai
dengan kantong, atau kualitas kertas maupun cetakan yang diinginkan.
Untuk
harga tersebut biasanya penulis sudah mendapatkan fasilitas : Cover,
Layout, Copyediting (Editing ringan) dan ISBN. Ada pula penerbit yang
menambahkan - Mockup 3D Promo di Toko Online dan Medsos Penerbit.
Kalau
bisa mandiri mengatasi desain cover, Layout, editing konten, proof
reading, hasilnya bisa lebih murah. Penulis tinggal mengajukan isbn
dan mencetak mandiri. Untuk harga pencetakan tergantung ukuran kertas,
jenis kertas dan jumlah halaman.
Biaya-biaya tersebut berbeda
pula pada tiap penerbit, kalau anda browsing maka perbedaan tersebut
akan jelas. Pula kalau kaki disempatkan mendatangi lokasi kantor
penerbit maka semakin jelas harga itu. Untuk gambaran, dari yang saya
dapatkan via selancar, saya akan tampilkan salah satunya. Tentang biaya
yang harus dikeluarkan pra cetak. Diunggah deepublisher.com dia
menuliskan,
Biaya Pelayanan Penerbitan per Judul Buku adalah sebagai berikut,
Desain Cover Buku (Rp 250.000)
Layout dan Proof Read Naskah Buku (Rp 350.000)
Legalitas ISBN (Rp 250.000)
Percetakan Sampel Buku (Rp 150.000)
Tentu
harga itu tidak berlaku untuk seluruh penerbit di Indonesia, karena
memang tidak bisa seperti produk barang dengan HET, Harga Eceran
Tertinggi. Itu adalah produk jasa, ketentuan nilai tergantung penyedia
jasa. Kita tinggal manut atau nego terserah MOU. Ada penerbit yang
bersedia menggratiskan biaya itu, seperti deepublisher.com dengan
syarat dan ketentuan berlaku atau sebaliknya penulis harus membayar
penuh untuk itu.
Nah, dari pengalaman saya kita bisa mengajukan
tawaran juga kepada penerbit, terutama kalau kita mau cetak banyak,
-- diatas seratus -- kita bisa mendapatkan harga khusus. Baik untuk jasa
pra cetak atau biaya pencetakan.
Bila penulis sudah bisa
melakukan sendiri proses jasa pra cetak maka dia tinggal mengajukan
permohonan cetak. Apalagi kalau penulis mempunyai kemampuan mengajukan
permohonan ISBN sendiri, tentu biaya yang dikeluarkan lebih murah. Dia
bisa langsung ke percetakan, tanpa melalui penerbit. Nanti dicetak atas
nama lembaga yang dia pakai ketika mengajukan isbn, sekolah, yayasan,
komunitas, perpustakaan atau lembaga lain bisa melakukan hal ini.
Mudah, cepat dan murah.
Lalu biaya cetaknya berapa? Ilustrasinya
begini. Untuk memudahkan penghitungan, saya gunakan hitungan bulat,
100 dan 10. Realnya Bisa kurang bisa lebih tergantung harga yang
ditetapkan pihak percetakan atau penerbit.
Misal ambil paket mencetak 10 buku,--ini jumlah cetak minimal yang ada di kota saya sih--.
Harga cetak perhalaman Rp.100 harga cetak cover Rp. 10.000 maka biaya yang dikeluarkan untuk 100 halaman buku adalah:
Rp.
100 x 100 halaman = Rp. 10.000 x 10 buku = 100.000 ditambah cetak cover
Rp. 10.000 x 10 buku =100.000. Maka biaya terbit buku yang dikeluarkan
hanya Rp. 200.000.
Sekali lagi biaya tergantung penerbit.
Masing- masing mempunyai range yang berbeda. Penulis tinggal memilih
sesuai dengan kebutuhan dan keinginan. Tidak ada yang sulit untuk
menerbitkan buku. Dengan uang banyak, minimal atau tanpa uang
sekalipun. Penulis bisa menerbitkan karyanyanya. Tergantung kemauan.
Aha,
saya jadi ingat peribahasa melayu, dimana ada kemauan di situ ada
jalan. Taraaa, jangan ragu. Yuk ! Terbitkan jadi buku karyamu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar