Selasa, 11 Februari 2020

Didik samin wong edan - Edi triono gila YouTube

Belajar Menulis Lagi...

gimana caranya agar bisa menulis dan berbicara dengan tingkat kemampuan yang sama. Bagaimana bisa menulis selucu saat bicara dan atau berbicara seinspiratif ketika menulis? Jujur, aku sulit menyeimbangkan kedua hal yang sama. Masih belajar terus. Pada saat itu, saya menceritakan pengalaman yang saya alami dan hari ini aku tuliskan cerita itu.
Saya percaya, semua berawal dari pikiran dan pikiranku memang acak dan suka melompat-lompat kesana kesana kemari alias "Ngawur". Potongan-potongan gagasan lahir begitu saja dan acak sifatnya. 
Saat saya berbicara di depan umum, saya terkadang tidak berpikir berbicara soal struktur kata atau ejaan yang disempurnakan EYD atau struktur S=P=-O-K. Bukan hanya saya, banyak orang lain juga begitu. 
Menariknya, ketika gagasan acak yang kita sampaikan acak diomongkan, dia tidak terasa atau terdengar acak. Ada dukungan intonasi, mimik, gesture, nada bicara, volume, dll. Orang yang mengikuti pembicaraan kita bisa terbawa suasana untuk memahami. Akibatnya gagasan kita terdengar acak.
Permasalahan yang muncul adalah ketika pembicaraan itu diubah menjadi tulisan, hasilnya bisa kacau. Jika kamu terbiasa bicara di depan orang, coba rekam pidato ini lalu tulis ulang dari hasil rekaman itu. 
Diamkan selama tiga hari lalu baca. Tulisan itu mungkin terasa aneh atau bahkan tidak nyambung. Itulah bedanya berbicara dan menulis menurut pengalaman sendiri dan banyak kawan, nulis jauh lebih sulit dibandingkan ngomong. Bagaimana cara mengatasinya?
Coba perhatikan tulisan hasil transkrip pidato tadi. Coba benahi tulisan yang terasa aneh dan tidak nyambung itu dengan membubuhkan kata atau kalimat penghubung dan nyambung. Setelah itu, kita coba baca ulang dan jadikan pedoman berlatih bicara. Pastikan intonasi dan nada serta pelafalan benar. Jadi, naskah yang baru ini sudah merupakan penyempurnaan dari versi omongan menjadi versi tulisan.

Kejanggalan Kematian Engeline - AIMAN eps - 22

Sapura (pendamping hukum kasus Engeline) mengungkap analisanya tentang kejanggalan kasus Engeline. Berawal dari beredarnya berita kehilangan Engeline yang merebak namun keluarga tidak langsung melapor ke polisi. Kemudian Siti Sapura mendatangi rumah ibu Margriet Megawe pada tanggal 18 Maret 2015 dan mengobrol dengan ibu angkat Engeline dan Agus. Saksikan AIMAN episode “Engeline, Terkubur di Taman Belakang” bersama Aiman Witjaksono. Persembahan dari KOMPAS TV, Inspirasi Indonesia. 
Kompas TV adalah sebuah TV- Network di Indonesia yang menyajikan konten tayangan dari news, petualangan dan entertainment. Subscribe channel Youtube Kompas TV agar selalu terinformasi dengan video-video terbaru dari Kompas TV.

Anggeline

Siti Sapura (pendamping hukum kasus Engeline) mengungkap analisanya tentang kejanggalan kasus Engeline. Berawal dari beredarnya berita kehilangan Engeline yang merebak namun keluarga tidak langsung melapor ke polisi. Kemudian Siti Sapura mendatangi rumah ibu Margriet Megawe pada tanggal 18 Maret 2015 dan mengobrol dengan ibu angkat Engeline dan Agus. Saksikan AIMAN episode “Engeline, Terkubur di Taman Belakang” bersama Aiman Witjaksono.( anak-anak nggak pernah salah, menganggap ada suseuatu menjadi beban hidup) ini nanak siapa yang dihidupin  , sedah terpaksa dalam perjanjian tangan , ada penyesalan disitu ) dibaca akte dimasukkan sebagai anak kandung mendapat  apa yang dimilikinya tapi berfikir kesitu .. Pemberdayaan perempuan dan anak denpasar

Kalau Anak Hilang cepet lapor ke Kepolisian (kenapa kepolisian kita lapori kok diam saja )

temen buser, Apakah ada laporan Polisi atas Hilangyan anak ini  ?
jelaskan siapa dimana hilangya di Mojolawaran gabsu ?
ini ada informasi disini..semua hasilnya NOL..p[olisi Capek ..lapor ke Polsek untuk diungkap semua kasus ini ... ngobrol semua kepada tersangka tunggal IWW ,  perkenalkan PTw2A perkenalkan wecome ada beberapa yangs aya tanyakan... anak saya anak ke berapa... dia tahu  memebritahau ..itu kata -kata yang penuh dengan emosi..itu yang pertama, apakah ibu pernah tahu..anggeline tahu..mungkin ada perjanjian di notaris setelah 18 , apakah selama ini sering mengalami kekerasan dari Ibuk, disiplin, dia mengakui sering emcubit dan sering menjewer..saya sudah cukup...kalau marah menggigit dan sering menyakiti dengan kaki dan cubitan, baru sebulan apa yang diketahui ap[a saja  saya berikan ketenangan... saya hanya ingin mencari infosaja  apa yang hasu kita lakukan kedepan ?perlakukan tidak baik dimarah atau dipukul... say sering mendengar dia menangis karena kesakitan , setiap malam dia menangis... say serinmg dicubit.. saya bergaul .. sering emdengar dari kamar , mungkinkah setiap malah m orang kelaparan atau karena sesuatu ??

Terkubur di Taman Belakang - AIMANWICAKSAONO

Kbel Hukum

terjadi pengeroyokan terhadap Wartawan oleh seseorang berinisial H yang mengaku kebal hukum di Rumah Makan (RM) Ayuni, Bukit Kemuning, Lampung Utara, Rabu, 05 Februari 2020.
Menurut keterangan korban bernama Eprizal, bermula saat dirinya hendak melakukan tugasnya selaku Wartawan yang mendapat telpon dari orang yang mengaku H. Dengan nada tinggi, mengajak Eprizal untuk bertemu membahas terkait Kepala Sekolah Dasar Negeri (Kepsek SDN) 01 Ujan Mas, Suslana, S.Pd, yang diterbitkan beritanya di buseronlinews.com.
Sesampainya di tempat yang dijanjikan, H dengan anak buahnya langsung mengajak Eprizal untuk ikut bersama mereka dan meninggalkan Ade Irawan, rekanya.
Melihat gerak-gerik H Cs yang mencurigakan, Eprizal menolak untuk ikut bersama. Seketika itu H langsung memukul Eprizal dan mencabut senjata tajam (sajam) yang dibawanya. Beruntung hal naas tidak sampai terjadi, karena Ade Irawan yang berada dekat dengan korban langsung melerai dan menyambar sajam jenis badik milik H.
Namun anak buah H lainnya, langsung melakukan pengeroyokan terhadap Eprizal sembari mencabut sajam jenis badik milik mereka dan mengarahkan ke Eprizal, sehingga menyebabkan luka dan lebam dibagian wajah dan kepalanya.
Setelah kejadian, Eprizal langsung dilarikan ke Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) guna mendapatkan perawatan. Setelah selesai ditangani pihak medis, Eprizal langsung melapor ke Kepolisian Sektor (Polsek) Bukit Kemuning. Namun baru menjelaskan, tiba-tiba laporan dihentikan karena mendapat kabar dari salah satu rekan media, H membawa anak buahnya lebih banyak menuju Polsek Bukit Kemuning, karena diduga belum puas melakukan penganiayaan terhadap Eprizal. Lalu pihak Polsek, langsung mengarahkan agar Eprizal melapor ke Kepolisian Resort (Polres) Lampung Utara.
"Andai saja tidak saya lerai dan sambar sajam milik H, mungkin Eprizal akan mendapat luka tusukan," jelas Edi Irawan.
Hebatnya lagi, sebelum meninggalkan Tempat Kejadian Perkara (TKP), H menantang agar silahkan lapor ke Polisi dan mengatakan, tidak akan ada yang bisa dan berani menangkap dirinya, dikarenakan dia merasa seorang tokoh dan Ketua salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) diwilayahnya, dengan nada tinggi dan penuh amarah.
Hingga berita ini diterbitkan, korban belum mendapat konfirmasi dari Polres Lampung Utara, karena kemungkinan sedang di dalami perkaranya oleh Kepolisian.